Blog Archives

3 Milyar untuk Kec. Ciomas

Alokasi dana PNPM MP untuk Kec. Ciomas 3.000.000.000 (tiga milyar rupiah), keputusan itu memang langsung dari pusat, sebagaimana yang dikabarkan oleh SATKER PROV bahwa pertimbangan mengenai besaran bantuan yang diterima Kecamatan adalah pada tingkat kesejahteraan Kecamatan yang bersangkutan. Jadi, semakin kurang sejahtera Kecamatan maka akan semakin besar bantuan yang dialokasikan. Jadi, berbahagialah Kecamatan kurang sejahtera…

Uang tiga milyard bagi saya luar biasa besar, tak pernah terbayangkan jika akan mengelola dana sebesar itu sebelumnya. Dalam MAD Prioritas Usulan sebetulnya desa-desa di Kecamatan Ciomas mengajukan banyak usulan kegiatan fisik, mungkin setelah tahu alokasi bantuan yang besar dan dengan banyaknya sarana prasana yang penting di desa belum ada, masing-masing dusun dalam MUSDUS mengajukan kegiatan. Meskipun kemudian dalam MD Perencanaan Desa usulan-usulan itu kembali disisir menurut skala prioritas, tapi tetap masing-masing desa membawa dua kegiatan fisik ke MAD Prioritas Usulan. Masing-masing usulan itu bernilai lebih dari 200 juta, tentu tak mungkin bisa didanai seluruhnya, hasilnya masing-masing desa harus berpuas diri pada keputusan akhir yang menyatakan hanya 1 usulan desa saja selain SPP yang dapat didanai.

10 usulan itu merupakan perbaikan sarana jalan, dengan panjang rata-rata 2 kilometer dan lebar 2.5 meter. Keseluruhan kegiatan pengaspalan jalan kurang lebih 20.000 meter. Selain pembuatan TPT, Gorong-gorong, rehab jembatan dan rabat beton. Sedangkan alokasi dana untuk Simpan Pinjam Perempuan sebesar 485.300.000, disalurkan ke 91 kelompok dengan jumlah pemanfaat sebanyak 901 orang.

Sekarang ini kegiatan fisik sudah dilaksanakan 100% sementara SPP sampai angsuran ke dua di bulan desember ini tak ada tunggakan alias 100% lancar. Sungguh sangat saya syukuri terlepas pusingnya minta ampun saat bikin laporan. Setidaknya rasa khawatir saya lumayan terobati yang pada awal kegiatan sangat mengganggu pikiran.

Saya ingat dulu saat proses perencanaan, baik itu pada MAD di Kecamatan, maupun MD di desa-desa. “Ini Program Pembedayaan, bukan Bantuan Lepas Langsung” kata itu terus diulang-ulang, oleh Konsultan terutama, tapi tetap saja susah terserap. Untungnya kami dikirim Konsultan yang “sabar”, jadi tak penah menganggap itu masalah, Beliau menganggap itu tantangan kerja, pasti kita punya nilai lebih jika bisa melewati tantangan itu.

Program Pemberdayaan ini memang (untuk di Kec. Ciomas) terbagi dalam dua model–sebut saja begitu– pertama bersifat bantuan lepas, meskipun dalam PNPM bantuan lepas tetap harus ada usaha pelestarian, makanya Tim Pengelola Kegiatan dibentuk bersamaan dengan dibentuk pula Tim Pemelihara, Tim inilah yang kemudian mengkoordinasikan usaha-usaha pelestarian kegiatan hasil kegiatan. Dan kedua bantuan dana bergulir, dana yang kemudian yang disalurkan ke Kelompok SPP. Dana bantuan ini wajib dilestarikan, melalui proses perguliran, dari dana inilah sebetulnya diharapkan pertumbuhan dari sisi ekonomi dapat dibangun, maka sebagian besar penilaian terhadap Unit Pengelola Kegiatan (UPK) adalah pada pengelolaan dana ini.

Saya sebetulnya lebih optimis di Tahun 2010, PNPM MP Kec. Ciomas akan berjalan lebih baik lagi. Untuk tahun ini 3 Milyard yang kami kelola, telah menghasilkan 20.000 meter (juga TPT, Gorong-gorong dan Rabat beton) dan 901 orang mendapat bantuan modal usaha. Saya pikir 3 Milyard yang penuh berkah untuk Kec. Ciomas, jelas sangat terasa manfaatnya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.