Blog Archives
Menyongsong Tahun 2011
Angka yang sama, sebesar Rp. 1,5 Milyard bantuan yang akan diterima masyarakat Kecamatan Ciomas Kab. Serang tahun ini. Tapi tentu saja tulisan ini tidak saya buat untuk membicarakan besarnya nilai bantuan yang akan kami terima, tapi lebih pada usaha evaluasi mengenai pelaksanaan PNPM di tahun 2010 dan rencana menyongsong tahun 2011 yang sudah mulai berjalan.
Untuk pertama kali UPK Ciomas melakukan tutup buku, maklum baru akhir tahun 2009 kami mendapatkan bantuan PNPM, dan meskipun semestinya ada tutup buku di tahun 2009 karena mengingat kemampuan akuntansi kami yang belum cukup akhirnya di tangguhkan. Tutup buku tahun 2010 cukup menjanjikan, dengan tingkat pengembalian pinjaman mencapai 98% dan laba bersih sebesar 89 Juta.
Laba itu kemudian (sesuai petunjuk PTO) kami alokasikan untuk 15% Bantuan Langsung RTM, Dana Kelembagaaan untuk peningkatan kapasitas Lembaga 8% dari maksimal 10% dan Bonus UPK sebesar 4% dari maksimal 5%. Sisanya kami alokasikan untuk penambahan modal.
Alokasi Bantuan untuk Rumah Tangga Miskin sebesar 15% atau Rp. 15.604.000,- tidak lah besar sehingga dalam Rapat MAD Khusus yang sengaja kami selenggarakan untuk memfasilitasi pembahasan SHU dan LPJ UPK, dan pembahasan mengenai Bantuan Langsung RTM ini cukup alot. Berbagai ide dan saran muncul dan pada dasarnya semua ide yang muncul itu baik dan bisa diterima, kemudian sampai pada kesimpulan bahwa bantuan ini haruslah bersifat produktif, tidak konsumtif. Pembatasan itulah yang kemudian dan mempersempit ide dan akhirnya disepakati bahwa Bantuan Langsung RTM itu kemudian disalurkan dalam bentuk Kambing bergulir.
Kambing bergulir (Paparo Kambing) tidaklah asing bagi masyarakat Ciomas, sehingga saat disosialisasikan langsung nyambung. Hanya kami modifikasi mekanismenya bahwa anak kambing yang dihasilakan akan dibagi dua, yang kemudian UPK akan menyalurkannya ke RTM lain yang sudah ada di daftar tunggu penerima kambing.
SPP saat ini telah melayani lebih dari 1500 orang ibu-ibu usaha kecil, dan sampai sejauh ini kami bahkan baru beberapa kali turun ke lapangan melakukan penagihan. Antusiasme ibu-ibu terhadap Program Simpan Pinjam Perempuan ini memang besar, dan tentu sangat membanggakan ketika antusiasme juga nampak saat membayarkan angsuran. Sebagai informasi, saat ini pinjaman ibu-ibu yang tertinggi hanya mencapai 2 jt dan terendah sebesar 500 ribu. Tingkat bunga sebesar 18% dengan bunga tetap.
Harapannya semoga meskipun tidak tingkat pengembaliannya sulit untuk ditingkatkan karena saat ini adalah tingkat pengembalian yang sangat tinggi, paling tidak mampu dipertahankan. Target kami tidak kurang dari 96%.
Pelaksanaan Kegiatan Sarpras adalah kegiatan yang paling menyita waktu dan pikiran, ada banyak faktor mengapa tahun 2010 terasa sangat melelahkna terutama. Ciomas tidak ada FT, sehingga pendampingan teknik dilaksanakan oleh FK dan UPK, tentu dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang tidak sesuai maka hasilnya tidak memuaskan. Selain tidak memuaskan banyak juga pekerjaan yang terabaikan atau sekurangnya tidak bisa dilaksanakan sesuai jadwal. Kegiatan dilaksanakan setelah MAD Pendanaan dilaksanakan, sehingga bahkan lama setelah pekerjaan selesai dana 40% pertama baru bisa dicairkan. TPK yang sudah mendapatkan Supplier langsung star dengan alasan menghindari musim hujan dan bulan puasa. Akibat dari itu banyak muncul tuntutan dari Supplier yang ingin segera dibayar sedangkan TPK sendiri masih kesulitan menyiapkan laporan.
Tapi terlepas dari semua persoalan tadi, alhamdulilah pelaksanaan kegiatan bisa terlaksana dengan baik.
Tahun 2011 kami berharap bisa lebih baik dari tahun 2010, saat ini UPK telah belajar untuk membuat RAPB, yang didalamnya terdapat perencanaan pemasukan dan pengeluaran, selain itu ada target pendapatan dan rencana perguliran. Semoga RAPB ini dapat meningkatkan Kinerja UPK sehingga mampu menjadi Mitra RTM yang tidak hanya memberi pinjaman tapi dapat memberikan dorongan sehingga cita-cita Program dapat terlaksana,. amien.
